Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir

NEGARA PREMAN, Wangsa Neoliberal

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
13 Oktober 2024 | 11:04 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Dedi Handoko

DI tengah hiruk pikuk fufufafa, mari kita tetap siaga. Krisis ekonomi yang lebih parah daripada krisis 1997/1998 bisa saja terjadi.

Bank Dunia boleh saja membuat prediksi yang cukup menghibur awal bulan ini (Oktober 2024). Tapi minggu ini ada kabar yang membuat geram: penerimaan negara dari sawit bocor dan raib!

Ini jenis kebocoran yang terjadi “di depan mata”. Tapi di samping itu ada lagi jenis kebocoran yang sering tidak kita sadari, yaitu kebocoran yang terjadi “di belakang mata”.

BPS mencatat nilai investasi kita naik drastis setelah terbitnya UU Cipta Kerja. Dibandingkan 3 tahun lalu sebelum penerbitannya; nilai investasi kita sekarang naik 74,6%. Bravo!

Dedi Handoko, kelima dari kiri, di acara Muswil VIII PBHI Sumut 

Hasil tes Vandiko negatif, Tim Vantas tempuh jalur hukum

Tidak membawa kemakmuran

Masalahnya, naiknya nilai investasi ini babar blas tidak membawa kemakmuran bagi rakyat, karena;
1. Data LPS: tabungan rata-rata masyarakat terus turun dari Rp3 juta di tahun 2019 menjadi Rp1,4 juta di tahun 2024.

Artinya, makin banyak orang “mantab” alias makan tabungan;

2. Data Kemnaker: angka PHK tahun 2023 naik 28% di tahun 2024. Artinya, makin banyak pengangguran;

3. Data Pegadaian: laba Pegadaian naik 37,9% dari tahun 2023 ke tahun 2024, omset naik 21,2% dari tahun 2023 ke tahun 2024.

Artinya, makin banyak orang kepepet dan menggadaikan barang;

4. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI): penjualan mobil Januari-Juli 2024 turun 17,49%, dan penjualan Agustus turun lagi sebesar 4,1%. Penjualan sepeda motor bulan Juli 2024 sebesar 598.901 unit, turun menjadi 573.886 unit di bulan Agustus 2024.

Artinya, makin banyak orang yang tidak sanggup lagi untuk membeli mobil dan sepeda motor;

5. Data BPS: jumlah kelas menengah di Indonesia terus turun. Tahun 2019 ada sekitar 57 juta orang (21% dari populasi), sedangkan di tahun 2024 turun menjadi 47 juta orang (17% dari populasi).

Artinya, makin banyak orang yang jatuh miskin.

6. Data CNBC Indonesia dan BPS: deflasi sudah berjalan selama lima bulan secara beruntun mulai Mei hingga September 2024. Mirip dengan kondisi akibat krisis 1997/1998. Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2024 mengalami deflasi bulanan sebesar 0,12%.

Ironis! Lari ke mana semua limpahan uang dari investasi itu?

Memang negeri ini benar – benar berantakan gegara dikelola dengan gaya preman dari wangsa neoliberal.

Duit dari sawit bocor dan raib… ini adalah gaya preman. Investasi naik, tapi kesejahteraan rakyat jeblok… ini adalah gaya neoliberal.

Pasal 33 UUD 1945 itu cuma formalitas yang ditempelkan di berbagai peraturan perundang-undangan di bidang ekonomi.

Jadi, wong cilik tidak usah ngarep bisa dapat keuntungan besar dari kegiatan investasi.

Itulah neoliberal. UU Cipta Kerja memang diterbitkan untuk memastikan bahwa investasi (modal) bisa bebas bergerak tanpa hambatan apapun; dia diterbitkan untuk memastikan bahwa the invisible hand dalam pasar bebas yang dimaksud Adam Smith itu bekerja secara efektif.

Bisa lebih sadis

Untunglah Mulyono tidak jadi berkuasa untuk 3 periode. Kalau sempat jadi, sah sudah, tahun 2025 bakal ada Mulyonoism atau Mulyonomics seperti Thacherism atau Reaganomics di akhir tahun 70-an dan 80-an dulu karena mereka berdua (Margaret Thatcher dan Ronald Reagan) ikut resep neoliberalisme-nya the Chicago School yang digagas F. A. Hayek dan Milton Friedman.

Bahkan rezim Mulyono bisa lebih sadis daripada itu, karena di samping ikut resepnya the Chicago School, dia masih menyempatkan diri melakukan manuver untuk memaksakan anaknya yang masih di bawah umur maju menjadi cawapres, lalu bagi-bagi lahan tambang ke ormas-ormas keagamaan, dan lain-lain… dan kabar teranyar adalah mbocorin uang negara dari sawit.

Kita masyarakat kecil tentu berharap, semoga pemimpin yang akan datang punya komitmen untuk melaksanakan Pasal 33 UUD 1945, meminjam istilahnya Soeharto, secara murni dan konsekuen: perekonomian nasional disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Jadi sistem ekonomi kita ini bukan liberal-kapitalistik (neoliberal) dan bukan pula serba ada di bawah kontrol negara atau etatistik… sistem ekonomi kita mutualism dan brotherhood; rakyat harus benar-benar berdaulat di bidang ekonomi dengan menguasai cabang-cabang produksi yang penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

Dengan demikian tidak akan ada lagi kabar soal duit dari sawit yang bocor dan raib entah ke mana.

Dum vita est, spes est…

Kebumen, 10 Oktober 2024
Penulis, Dedi Handoko, adalah Majelis Nasional PBHI

ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus