Segaris.co
Minggu, 18 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

pencatat POLITIK dan pencacat POLITIK

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
10 Agustus 2024 | 21:53 WIB
in Kolom

oleh | ingot simangunsong

SUHU politik pemilihan kepala.daerah (Pilkada) serentak 2024, semakin memanas. Itu kata mereka-mereka yang sangat bersentuhan dan punya kepentingan atas perhelatan pesta demokrasi tersebut.

Punya kepentingan, karena mereka-mereka, sudah masuk dalam lingkaran salah satu calon kepala daerah atau petahana, yang akan bertarung di Pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024.

Para pencatat politik. Para pencacat politik. Keduanya menjadi bagian yang terkoneksi dalam mewarnai hadirnya para petarung, terkhusus yang akan berhadapan dengan petahana.

Keduanya bekerja dalam ruang yang terorganisir mau pun kerja-kerja senyap (paham melakukan sesuatu, walau tidak dapat arahan), bahkan ada yang bergerak hanya dengan menata citarasa bahasa tubuh si calon penguasa atau petahana.

Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards, Asri Ludin Tambunan layak menjadi Bupati Deliserdang

Jika ditetapkan pertarungan calon dengan head to head, maka gelora kerja para pencatat politik dan para pencacat politik, semakin meninggi frekuensinya.

Yang membedakan dua komponen itu (pencatat politik dan pencacat politik), adalah adab dan kedewasaan (kematangan) berpolitik.

Bisa saja adab, dikesampingkan, karena birahi politik yang liar, dengan satu target menjatuhkan telak (knock out) lawan, atas informasi hoaks (tanpa data). Atau mendongkel-dongkel hal sekecil apa pun (dari petahana atau lawan politik), yang dianggap sebagai sebuah kesalahan (kealpaan).

Tujuannya, bagaimana lawan terpuruk, elektabilitas melorot dan hilangnya kepercayaan para konstituen. Kasarnya, gerombolan suara, dapat bergeser dan mengalihkan dukungan ke lain hati.

*****

Para PENCATAT politik dan para PENCACAT politik, bergerak-gerak dalam berbagai bentuk tampilan, dengan sebaran narasi digitlisasi, yang disebut dengan menanamkan rekam jejak (faktual mau pun hoaks).

Jika serangan datang, tentu penghadangan sebagai benteng, akan dipertontonkan, sebelum serangan balik dilepaskan oleh calon penguasa mau pun petahana.

Yang sangat ditargetkan dan difokuskan bagi para PENCATAT politik dan PENCACAT politik, adalah memasukkan gelombang pemecah ombak di tengah-tengah pendukung atau penyumbang suara fanatik kepada calon penguasa mau pun petahana.

Jejak digital, hanyalah konsumsi para penikmat dunia maya yang berada di ruang lingkup terbatas dan sangat jarang dapat atau mampu berkomunikasi ala kopi darat.

Para PENCATAT politik dan PENCACAT politik calon penguasa dan petahana, akan memperkuat jaringan “serangan” darat, yang sebenarnya wilayah fakta dari para pendukung dan pendulangan suara.

Tentu, bermain di situasi kopi darat, tidak terlepas dari seberapa besar amunisi yang tersediakan, dan seberapa bebas dapat memanfaatkan koneksi atau sistem serta jaringan antar lingkungan, desa, kelurahan dan kecamatan.

Para PENCATAT politik dan PENCACAT politik di posisi calon penguasa dan petahana, sudah sangat, sangat dan sangat memahaminya.

Para PENCATAT politik dan para PENCACAT politik, sama-sama paham, bahwa apa yang sedang mereka lakukan seperti permainan catur, kadang-kadang harus membiarkan lawan bergerak lebih dulu agar bisa menang.

Winston Churchill mengatakan begini, “Dalam perang, Anda hanya bisa terbunuh sekali, tapi dalam politik Anda bisa mati berkali-kali.”

 

Pematangsiantar, 10.Agustus 2024
Penulis, Ingot Simangunsong, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: PilkadaPolitiksegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus