Segaris.co
Sabtu, 17 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

HAK ANGKET [ di wadah nasi hampir jadi BUBUR ]

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
23 Februari 2024 | 09:47 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

KERIUHAN atau kegaduhan yang terjadi di Pesta Demokrasi Pemilu Capres – Cawapres, Rabu 14 Februari 2024, seharusnyalah tidak berkepanjangan, seandainya skandal “Mahkamah Konstitusi” di pemulusan langkah Gibran Rakabuming Raka menjadi Calon Wakil Presiden [Cawapres] 02, langsung dipatahkan.

Andaikan — partai pengusung Capres/Cawapres 01 dan 03 — serta pakar [ahli] ketatanegaraan atau para guru besar perguruan tinggi, mau pun para aktivis dengan gerak cepat menyikapi skandal “Mahkamah Konstitusi”, maka alur pesta demokrasi, tidak segemuruh sekarang ini.

Tidak seharusnyalah, rakyat diperhadapkan dengan “kepentingan-kepentingan” yang sebatas mengumbar sahwat untuk tetap berkuasa, dengan mengenyampingkan kepentingan bangsa dan negara, bahwa dimana SUARA RAKYAT, adalah SUARA TUHAN.

Itu kalau partai politik yang mengusung 01 dan 03, betindak cepat dan tepat untuk membatasi atau mematikan langkah yang tidak benar dari putusan Mahkamah Konstitusi.

Seharusnya, kubu 01 dan 03, tidak hanya bersorak-sorak dengan sekadar protes narasi. Yang sebenarnya diharapkan dari kubu 01 dan 03, adalah aksi nyata, yakni “memboikot” untuk tidak mendaftar sebagai bagian dari tahapan [proses] agenda Pemilu 2024, ketika Komisi Pemilihan Umum [KPU] RI, menerima pendaftaran kubu 02, yang mengusung Gibran Rakabuming Raka.

Bang SURYA PALOH TIDAK AKAN MEMPAN DIRAYU JOKOWI

Kenapa tidak dilakukan PENOLAKAN

Sebelum menyampaikan pandangan terhadap situasional penyelenggaraan Pemilu Capres dan Cawapres 2024, yang akan memasuki ranah penguatan HAK ANGKET, ada baiknya juga disampaikan unek-unek sebagai bentuk flashback, yakni kenapa pihak [kubu] 01 dan 03 serta para elit [pemikir] yang paham-sepahamnya tentang KONSTITUSI, tidak melakukan PENOLAKAN dan PEMBOIKOTAN terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi terkait pemulusan Gibran Rakabuming Raka, masuk ke ruang politik Cawapres.

Seharusnya, jika tindakan PENOLAKAN dan PEMBOIKOTAN itu, dilakukan kubu 01 dan 03 [yang diyakini adalah sebagai kubu berkumpulnya para negarawan], maka tidaklah menjadi serumit dan sekusut sekarang ini, masalah yang harus dihadapi.

Apakah situasi, dimana nasi sudah akan menjadi bubur ini, menjadi patut disebutkan terjadi, karena adanya “pembiaran” dari pihak-pihak tertentu, terutama dari kubu 01 mau pun kubu 03, yang juga punya kepentingan kuat dalam Pesta Demokrasi Pemilu Capres – Cawapres 2024?

Atau mereka terjebak sendiri dalam sebuah kerangka pemikiran, bahwa situasional tersanderanya konstitusi, bagi para Capres – Cawapres, tahapan demi tahapan dapat berjalan baik-baik saja.

Ternyata tidak. Kegelisahan mau pun kegalauan, malah semakin menggeliat di kubu 01 dan 03. Kenapa? Karena permainan cawe-cawe, semakin bebas.

Seharusnya, itu bisa saja tidak terjadi, jika sejak awal ada ketegasan sikap dari kubu 01 mau pun kubu 03, dalam menolak pelanggaran konstitusi.

Terhadap situasi ini, Guru Besar Universitas Gajah Mada [UGM], Prof Zainal Arifin Mochtar menyebutkan, bahwa partai politik pengusung kubu 01 dan kubu 03, hanya bersikap sebatas pada narasi dan narasi, tidak berani melakukan tindakan.

Menurut Prof Zainal Arifin Mochtar, setelah semakin carut marutnya penyelenggaraan Pemilu Capres – Cawapres, mulai skandal “Mahkamah Konsitusi” hingga berbagai kecurangan yang terjadi, Masinton Pasaribu — kader PDI Perjuangan — sudah melemparkan gagasan agar dilakukan HAK ANGKET [penyelidikan terhadap kecurangan tahapan Pemilu Capres – Cawapres].

Tetapi, apa yang disampaikan Masinton Pasaribu, tidak gayung bersambut hingga Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono [AHY] yang juga pengusung kubu 01, dibawa masuk ke dalam Kabinet Jokowi.

Di wadah nasi hampir jadi bubur

GANJAR Pranowo — Capres 03 pun — menginisiasi dilakukannya HAK ANGKET di wadah nasi yang hampir menjadi bubur.

Inisiasi tersebut mendapat dukungan dari 3 partai yang mengusung kubu 01, yakni Partai NasDem, PKS, dan PKB. Pernyataaan sikap yang disampaikan di gedung NasDem Tower, pada Kamis 22 Februari 2024 tersebut, tinggal menunggu bagaimana sikap politik PDI Perjuangan yang dipimimpin Megawati Soekarnoputri.

Begitu juga sikap ketua umum Partai Perindo dan Partai Hanura dalam menguatkan tahapan pengajuan Hak Angket.

Diharapkan komitmen dan keintegritasan para pimpinan partai politik di kubu 01 dan 03, masih dapat dipertahankan untuk tidak terpengaruh oleh puja-puji dan bujuk rayu para “pelacur politik”.

Niat memuluskan HAK ANGKET yang sudah berada di wadah nasi hampir jadi bubur ini, diharapkan dapat berjalan dengan baik dan tepat guna, agar Pesta Demokrasi Pemilu Capres – Cawapres, benar-benar dilaksanakan sesuai dengan konstitusi.

Hayo para ketua partai — yang memang tidak terperangkap pada ruang ketersanderaan karena tindak pidana korupsi — untuk bergerak cepat, terarah dan terintegrasi untuk penyelenggaraan Pemilu Capres – Cawapres 2024 yang damai dan berkeadilan.

Walau pun harus dibayar mahal tahapan demi tahapan Pemilu 2024, dan hasil HAK ANGKET menjadi pil yang demikian pahit, adalah lebih baik, arif dan bijak.

Menunda lebih baik, dari pada membiarkan sesuatu terjadi dalam ketidak-patuhan pada KONSTITUSI.

Agar tidak seperti yang diungkapkan Iwan Fals melalui lagunya yang berjudul, “Negeri”, yang bagian liryknya menyatakan demikian, “Negeriku negeri para penipu, terkenal ke segala penjuru.” [***]

 

Pematangaiantar, 23 Februari 2024

Penulis, Ingot Simangunsong, adalah pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: Anies BaswedanGanjar PranowoHak AngketsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

by Ingot Simangunsong
12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  PERNAH dengar kata pemakzulan saat berita politik lagi panas-panasnya? Biasanya istilah ini muncul ketika ada desakan...

Read more
Kolom

Jika Gibran dimakzulkan, Apa yang terjadi pada pemerintahan dan peta politik Indonesia?

by Ingot Simangunsong
25 September 2026 | 09:01 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong WACANA pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali menjadi perhatian publik seiring bergulirnya perkara hukum yang...

Read more
Oplus_131105
Kolom

Pendidikan Gratis: Janji besar Prabowo Subianto yang kini menunggu pembuktian

by Ingot Simangunsong
21 September 2026 | 09:57 WIB
0

Catatan | INGOT SIMANGUNSONG  PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto tentang pendidikan negeri yang harus gratis kembali membuka perbincangan besar tentang masa...

Read more
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 16:03 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  ADA sebuah kalimat yang kembali terasa relevan ketika kasus dugaan suap di lingkungan Kementerian Agraria dan...

Read more
Oplus_131072
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

by Ingot Simangunsong
14 September 2026 | 20:53 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong  PERJALANAN panjang kepengurusan baru Partai Golkar Sumatera Utara akhirnya memasuki titik penting. Dewan Pimpinan...

Read more
Kolom

Pintar belum tentu bijaksana: Ketika pernyataan pejabat menguji akal sehat rakyat

by Ingot Simangunsong
13 September 2026 | 22:16 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong PENDIDIKAN tinggi dan jabatan mentereng ternyata tidak selalu berjalan seiring dengan kebijaksanaan. Fenomena ini terlihat ketika...

Read more

Berita Terbaru

News

LSM Fokus Mitra Indonesia  kukuhkan kepengurusan, Amister Silalahi pimpin organisasi

17 Oktober 2026 | 12:50 WIB
News

Kapolres Simalungun gelar coffee morning bersama 160 insan pers

16 Oktober 2026 | 21:29 WIB
News

Dearmando Damanik: “Daud Simanjuntak itu memiliki hati melayani”

16 Oktober 2026 | 11:34 WIB
News

‎Bupati Taput dan Mendikdasmen gelar dialog pendidikan bersama guru dan kepala sekolah, bahas penguatan mutu pendidikan

16 Oktober 2026 | 07:38 WIB
News

Capai kesepakatan bersama, pedagang tanggul Aek Sigeaon siap direlokasi

15 Oktober 2026 | 11:05 WIB
News

Di Musda XI DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Daud Simanjuntak siap maju mencalonkan diri jadi Ketua

14 Oktober 2026 | 21:13 WIB
News

Matangkan persiapan Rakernas V MPK Indonesia, Bupati Taput audiensi dan koordinasi dengan Wagubsu ‎

14 Oktober 2026 | 09:50 WIB
News

Syahmidun Saragih: Tiga agenda Musda Golkar Siantar dengan Nakhoda handal memenangkan Pileg 2029

14 Oktober 2026 | 07:09 WIB
News

Jelang Musda XI Golkar Pematangsiantar, Syahmidun Saragih nilai Daud Simanjuntak layak pimpin partai

13 Oktober 2026 | 12:44 WIB
News

Erikson Sianipar: MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi mempersiapkan Generasi Emas Indonesia

12 Oktober 2026 | 21:15 WIB
Kolom

PEMAKZULAN: Istilah politik yang sudah berusia ratusan tahun ahun, apa sih artinya?

12 Oktober 2026 | 04:26 WIB
News

Organda Medan: “Angkutan umum gratis bagi pelajar lebih efisien dari bus listrik”

11 Oktober 2026 | 18:33 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus