Segaris.co
Jumat, 30 Januari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

Satu tahun “MUSANG KING” Simalungun, APA KABAR?

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
7 Juni 2023 | 01:31 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

Pimpinan Redaksi Mediaonline Segaris.co, Ingot Simangunsong

SUDAH setahun (Mei 2022-Mei 2023) usia bibit durian “MUSANG KING” yang dibagikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori/Desa (DPMPN) – yang ketika itu dipimpin Jonni Saragih dan saat ini dipimpin Sarimuda Purba – ke 386 pangulu/kepala desa. (Sementara Kepala Bidangnya masa itu, Lamhot Sihaloho yang kemudian sudah digantikan Kennedy Silalahi.)

Menurut data yang terpublikasi di media massa (cetak mau pun online), bibit yang disediakan 386.000 pohon (terkemas di dalam polyback), dan setiap nagori menerima alokasi pembagian 1.000 bibit.

Jika di setiap nagori (desa), rata-rata terdapat 4 huta (perkampungan), maka di setiap huta tertanam 250 bibit durian “MUSANG KING”.

Sesungguhnya, angka 386.000 bibit tersebut, adalah jumlah yang sangat spektakuler dan “menggiurkan”. Apalagi jika keseluruhan bibit tersebut, selamat perjalanan “hidupnya” hingga masa berbuah (panen) 2 kali dalam setahun.

Jika setiap pohon menghasilkan 30 buah saja, dari 386.000 pohon, panennya 11.580.000 buah durian “MUSANG KING”. Kemudian dengan masa panen dua kali setahun, Kabupaten Simalungun menghasilkan 23.160.000 buah durian “MUSANG KING”.

Itu kalau ke-386.000 bibit tersebut, bertumbuh sehat dan tidak digerogoti hama, serta penanamannya mengikuti aturan pola tanam durian “MUSANG KING”.

(catatan: seiring perjalanan tulisan ini, disampaikan ke redaksi melalui aplikasi WhatsApp berupa penjelasan, bahwa Bibit musang king itu adalah kegiatan di Nagori sepenuhnya….. tidak ada arahan/campur tangan DPMN).

*****

Gamot Huta I, Sudarno: “Mohon Pak Bupati Simalungun prioritaskan bangun jalan 12 kilometer”

TAHUKAH anda, durian “MUSANG KING” pertama sekali diperkenalkan tahun 1990, dan sangat populer di Malaysia dan Singapura.

Durian asal Malaysia ini terkenal enak, berdaging tebal, manis dan legit. Saking enaknya, kepopuleran durian ini bahkan mampu menyaingi durian MONTHONG asal Thailand yang lebih dulu populer.

Di Malaysia, durian “MUSANG KING” dikenal dengan sebutan MAO SHAN WANG yang artinya RAJA KUCING.

Daging buah “MUSANG KING” memiliki ciri khas antara lain dagingnya yang berwarna kuning, teksturnya lembut creamy dan tidak berserat. Untuk rasanya, “MUSANG KING” populer dengan rasa manis legit dengan sedikit semburat pahit.

Durian “MUSANG KING” terkenal dengan harga mahal, namun di Singapura kini harganya sedang paling rendah dalam 4 tahun terakhir. Per kilogram (kg) durian manis legit ini dibanderol hanya Rp 114 ribu!

Berkat keistimewaan ini, harga durian “MUSANG KING” termasuk mahal, apalagi ketika sudah diimpor.

Di Indonesia, harganya bervariasi mulai dari Rp 400 ribuan per kotak dalam kondisi beku hingga jutaan rupiah untuk satu buah durian utuh.

Sungguh menggiurkan!!!

*****

Sudarno: “Tahun 2016 jalan utama dibeton, kemudian ditetapkan jadi jalan kabupaten”

Menurut data yang dihimpun segaris.co, durian “MUSANG KING”, dapat tumbuh pada daerah dengan ketinggian sekitar 400-1000 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Namun disarankan, menanam durian “MUSANG KING” di daerah dengan ketinggian 400-600 mdpl untuk hasil yang lebih banyak dan maksimal.

Selain itu lahan tanam dipilih yang memiliki jenis tanah subur, lembab, gembur, memiliki kedalaman air tanah yang tidak lebih dari 1 m dan penuh dengan nutrisi serta lahan tanam memiliki tingkat curah hujan yang tinggi.

Pemanenan durian “MUSANG KING” dapat dilakukan setelah pohon berumur 5-7 tahun setelah tanam, dan di umur 3 tahun dengan tinggi 1.5 meter.

PETANI durian asal Gangga, Jabat Manjulu menyebutkan, “Untuk durian ‘MUSANG KING”, satu kilogram harganya Rp250.000. Makanya satu pohon itu bisa menghasilkan Rp30 juta.”

Selain itu, durian “MUSANG KING” juga terkenal akan ketebalan dengan tekstur kering, lembut, dan tidak berserat. Durian ini juga punya aroma khas yang tidak menyengat.

”Jadi meskipun harganya mahal tetap dibeli dan banyak juga yang kecanduan sehingga datang lagi ke rumah membeli,” katanya.

Bahkan, Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah juga pernah menyambanginya untuk mencari durian Musang King.

”Respons pak gubernur luar biasa. Dia senang sekali sampai memanggil dinas-dinas terkait untuk mencobanya,” katanya.

Keluhan seorang janda, 3 bulan tak selesai ngurus AKTE KELAHIRAN di Disdukcapil Simalungun

Kendati terlihat menguntungkan, namun perlu perawatan ekstra dan ketelatenan untuk merawat pohon durian sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sebab pohon durian yang ditanam membutuhkan waktu lima hingga tujuh tahun untuk bisa berbuah.

”Kita konsep alamnya, kita jaga kesuburan dan kita tambah dengan pupuk yang komplit,” kata Jabat Manjulu seperti yang dilansir lombokpost.jawapos.com.

*****

NAH, memasuki masa tanam tahun kedua, apakabar durian “MUSANG KING” Kabupaten Simalungun? Masihkah tegak lurus pertumbuhannya? Bagaimanakah pola perawatan yang dilakukan para warga atau nagori (desa) terhadap tanaman durian “MUSANG KING” tersebut.

Harapan kita, proyek yang menelan biaya cukup besar ini, tidak menjadi proyek mubazir dan justru dapat berdampak besar bagi pertambahan penghasilan warga 386 nagori, juga menumbuhkan sektor usaha lainnya.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori/Desa (DPMPN) punya tanggungjawab moral untuk mengontrol pertumbuhan durian “MUSANG KING” agar tidak berubah nama menjadi durian “MUSANG yang tidak KING”.

Proyek pembagian bibit durian “MUSANG KING” yang menelan dana miliaran rupiah tersebut, jangan pula berakhir, menjadi proyek “mubazir”. “MUSANG hilang, KING menjadi tak bermahkota”

Penulis, Ingot Simangunsong, pimpinan redaksi mediaonline segaris.co

Tags: KingMusangMusang KingsegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

“60 tahun Implan Gigi: Antara harapan senyum indah dan kisah yang tak terungkap”

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 15:22 WIB
0

Catatan  | Ingot Simangunsong SEJAK 1965, ketika Prof. Per-Ingvar Brånemark dari Swedia pertama kali berhasil menanam implan gigi titanium pada...

Read more
Kolom

Bukan dari Amerika, tapi dari Swedia! Ini penemu Implan Gigi Pertama di Dunia!

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 14:50 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong METODE implan gigi (dental implant) pertama kali diperkenalkan secara ilmiah dan berhasil diterapkan di dunia kedokteran...

Read more
Kolom

Tak sekadar tren, ini risiko di balik IMPLAN GIGI

by Ingot Simangunsong
20 Oktober 2025 | 14:20 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong BEBERAPA faktor yang mendorong peningkatan popularitas pemasangan implan gigi: Kemajuan teknologi kedokteran gigi: Misalnya di RS Pondok Indah...

Read more
Kolom

Asal-usul, dan proses pengajuan RUU Perampasan Aset

by Ingot Simangunsong
10 Oktober 2025 | 06:21 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong RANCANGAN Undang-Undang (RUU) tentang Perampasan Aset tidak lahir dari satu individu tertentu, melainkan melalui proses panjang...

Read more
Kolom

Fenomena pejabat tinggi negara berdebat di Media Sosial: Antara transparansi dan krisis Etika Publik

by Ingot Simangunsong
7 Oktober 2025 | 13:28 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong DALAM beberapa tahun terakhir, ruang publik Indonesia semakin bising oleh perdebatan para pejabat tinggi negara di...

Read more
Kolom

bukan POLITIK KEBERANIAN

by Ingot Simangunsong
5 Oktober 2025 | 10:35 WIB
0

Oleh | Ingot Simangunsong KETIDAKTEGASAN para pimpinan partai politik dalam mengesahkan RUU Perampasan Aset telah membuka wajah asli politik kita:...

Read more

Berita Terbaru

News

Pemko Pematangsiantar tegaskan penertiban bus di luar Terminal Tanjungpinggir

30 Januari 2026 | 11:40 WIB
News

Uang kehormatan guru PAUD SAB Pematangsiantar naik, guru sampaikan terimakasih kepada Ketua TP PKK

30 Januari 2026 | 11:32 WIB
News

Jemaat Lingkungan Santo Yosef Tarutung lepas tugas “Pastor Pembangunan” RD Merdin M Sitanggang dengan Misa Lingkungan

28 Januari 2026 | 09:10 WIB
News

Horas Bangso Batak tegas tolak rencana Danantara kelola PT TPL

27 Januari 2026 | 17:45 WIB
News

Tampung getah curian, aktivitas seorang warga rsahkan masyarakat Dolokmaraja

27 Januari 2026 | 13:38 WIB
News

Pangdam I/Bukit Barisan tinjau jembatan Bailey di Kabupaten Langkat

27 Januari 2026 | 10:07 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara serahkan santunan kepada 23 ahli waris korban bencana hidrometeorologi

25 Januari 2026 | 07:15 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara dukung dan apresiasi launching Bimbel Intensif SMAN 1 Pangaribuan

24 Januari 2026 | 09:43 WIB
Buah Pikir

Kadis Pendidikan sebaiknya memiliki skill ganda

24 Januari 2026 | 06:49 WIB
News

Wakil Bupati Taput: Kepala sekolah harus disiplin dan profesional

23 Januari 2026 | 06:57 WIB
News

Asyik nyabu di rumah kosong, warga Deliserdang diamankan Polres Simalungun

22 Januari 2026 | 10:46 WIB
News

Klinik GPA Tarutung berikan layanan kesehatan gratis bagi korban banjir dan longsor di Adiankoting

22 Januari 2026 | 06:06 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita