Segaris.co
Senin, 2 Februari 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

BAHAYA, dana APBD mengendap di bank Rp35,4 triliun

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2022 | 19:18 WIB
in News

HINGGA 03 Agustus 2022, jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten/kota dan provinsi di Sumatera Utara (Sumut) Tahun Anggaran (TA) 2022 yang mengendap di bank mencapai Rp 35,4 triliun. APBD kabupaten/kota se-Sumut, mengendap Rp28 triliun dan APBD Provinsi Sumut, mengendap Rp7,4 triliun.

Untuk itu, Edy Rahmayadi, meminta kepada seluruh Bupati/Walikota untuk segara mempercepat serapan APBD masing-masing.

Permintaan itu disampaikan Edy Rahmayadi pada pembukaan rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TIPD), Kamis (25/08/2022), bersama Forkopimda dan bupati/walikota se-Sumut, yang dilaksanakan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman, Medan.

“Saya minta ini segera dipercepat. Untuk apa dana itu diendapkan di bank. Tolong dipercepat serapannya, agar inflasi di Sumut ini terus terkendali,” ujar Edy Rahmayadi.

Edy Rahmayadi menyampaikan, pada Juli 2022, secara tahunan tekanan inflasi Sumut meningkat sebesar 5,62 persen, lebih tinggi dari inflasi nasional sebesar 4,94 persen. Inflasi itu disebabkan terjadi kenaikan harga cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan juga angkutan udara.

Edy Rahmayadi mengatakan, penyebab kenaikan harga cabai dan bawang merah tersebut diakibatkan oleh turunnya produksi dari dalam maupun luar, anomali cuaca, naiknya harga pupuk, dan sebagian cabai merah terdistribusi ke luar Sumut akibat adanya disparitas harga.

Edy Rahmayadi pun mengingatkan, bila lima bulan ke depan laju inflasi di Sumut tidak bisa diturunkan pada sasaran target Inflasi, maka kondisi tersebut dapat menjadi ancaman serius bagi perekonomian Sumut.

Untuk itu, Edy Rahmayadi meminta kepada seluruh bupati/walikota se-Sumut sebagai pimpinan di daerah yang mempunyai kewenangan dalam penggunaan anggaran, untuk segara mencarikan solusi dalam mengendalikan inflasi tersebut.

Menurutnya, percepatan serapan APBD kabupaten/kota se-Sumut TA. 2022 dapat mengatasi inflasi itu.

Baca juga : Balita Siti Khodijah butuh penanganan kesehatan, Desni Rahmadani: “Saya pengen tahu apa sakit anak saya”

Lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya

Sementara Kepala Perwakilan BI Sumut, Doddy Zulverdi, menyebutkan perkembangan ekonomi Sumut terus tumbuh pada triwulan II tahun 2022 sebesar 4,70 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya. Meski saat ini kondisi global mengalami tekanan inflasi yang cukup tinggi, Sumut mendapatkan windfall (rejeki nomplok) dari kenaikan harga komoditas di pasar global.

Selain itu, imbuhnya, konsumsi masyarakat juga mengalami ekspansi seiring dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri dan melonggarnya restriksi mobilitas.

“Penopang utama pertumbuhan ekonomi Sumut ini pada konsumsi rumah tangga sebesar 50,64 persen dan ini yang tertinggi. Lalu disusul oleh konsumsi pemerintah, pertanian, industri, perdagangan, konstruksi dan real estate,” papar Doddy.

Dia mengatakan bahwa perekonomian Sumut juga mulai pulih dan semakin membaik. Menurutnya, hal itu tercermin pada meningkatnya mobilitas masyarakat yang dapat mendorong peningkatan konsumsi. Peningkatan konsumsi masyarakat juga terkonfirmasi melalui peningkatan keyakinan konsumen dan indeks penjualan riil.

“Hasil liaison BI juga mengkonfirmasi adanya potensi peningkatan permintaan domestik dan ekspor di tengah kenaikan biaya bahan baku, serta energi sebagai dampak krisis global yang terus berlanjut,” terangnya.

Namun Doddy juga mengingatkan Pemprov Sumut adanya tren peningkatan tekanan inflasi tahunan ke depan.

Doddy meminta untuk mewaspadai inflasi ini karena dilihat dari data pada Juli 2022, 6,43 persen (yoy) dan inflasi Sumut 5,62 persen (yoy), telah melampaui sasaran inflasi nasional sebesar 3 persen ±1 persen.

Penyebab utama peningkatan tekanan inflasi Sumut tersebut adalah kelompok makanan, minuman, tembakau dan kelompok transportasi.

Secara disagregasi, kelompok pangan menjadi penyumbang utama tekanan inflasi tahunan Juli 2022 dengan andil 2,83 persen (yoy) diikuti kelompok core inflation dengan andil 1,85 persen (yoy) dan kelompok administered price dengan andil 1,07 persen (yoy).

Kota Medan dengan pangsa inflasi mencapai 84,60 persen terhadap total inflasi Sumut mengalami tekanan inflasi tahunan Juli 2022 yang cukup tinggi, yakni 5,45 persen (yoy).

Empat kota lainnya terpantau mengalami tren peningkatan tekanan inflasi tahunan Juli 2022, yaitu Gunungsitoli 7,80 persen (yoy), Padangsidimpuan 7,15 persen (yoy), Sibolga 6,98 persen (yoy), dan Pematang Siantar 5,78 persen (yoy).

Baca juga : Penutupan Paripurna RPJMD 2022-2027, Hj Susanti Dewayani: “Semuanya untuk kepentingan masyarakat Kota Pematang Siantar”

Segera mengakselerasi belanja

Plt. Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sumut, Heru Pudyo Nugroho, pada kesempatan itu menyampaikan tentang dinamika fiskal di Sumut.

Ia menyoroti belanja pemerintah yang perlu dioptimalkan karena pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumut triwulan II tahun 2022, pengeluaran konsumsi pemerintah masih rendah, yakni -0,01 persen (yoy).

“Secara agregat belanja Pemda di wilayah Sumut 33,86 persen dari pagu Pemda. Saya minta segera mengakselerasi belanja pada Semester II ini. Persentase realisasi belanja APBD per-Pemda sampai dengan 31 Juli 2022 itu terendah pada Kota Medan yang hanya 1,1 persen, Kota Pematang Siantar 1,3 persen, Nias Barat 17,7 persen, Kota Gunungsitoli 18,4 persen dan Labuhan Batu 19,4 persen,” jelasnya.

Menurut Heru, realisasi belanja daerah di Sumut baru mencapai Rp20,15 triliun atau 33,86 persen dari pagu yang berdampak pada lambatnya ekonomi di daerah.

Untuk itu, pemerintah daerah perlu melakukan percepatan belanja menerapkan pengawasan dalam bentuk Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) seperti yang telah diterapkan pemerintah pusat dan menjadikan capaian belanja masing-masing OPD sebagai unsur Indikator Kinerja Utama (IKU) para Kepala OPD.

Ditambahkannya, tingginya saldo kas di RKUD Pemda sebesar Rp7.028,67 miliar, salah satunya disebabkan oleh belum optimalnya realisasi belanja daerah sampai dengan Juli 2022. Sehingga perlu dilakukan akselerasi belanja yang bisa memicu meningkatnya ekonomi di Sumut. (Sipa Munthe/***)

Tags: BahayaEdy RahmayadiGubernurSumut
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Pemko Pematangsiantar tegaskan penertiban bus di luar Terminal Tanjungpinggir

by Ingot Simangunsong
30 Januari 2026 | 11:40 WIB
0

PEMATANGSIANTAR -- SEGARIS.CO -- WALI KOTA Pematangsiantar Wesly Silalahi, yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang, memimpin Rapat Optimalisasi...

Read more
News

Uang kehormatan guru PAUD SAB Pematangsiantar naik, guru sampaikan terimakasih kepada Ketua TP PKK

by Ingot Simangunsong
30 Januari 2026 | 11:32 WIB
0

PEMATANGSIANTAR -- SEGARIS.CO -- PARA guru Pendidikan Anak Usia Dini–Sanggar Anak Balita (PAUD SAB) Kota Pematangsiantar menyambut penuh haru dan...

Read more
News

Jemaat Lingkungan Santo Yosef Tarutung lepas tugas “Pastor Pembangunan” RD Merdin M Sitanggang dengan Misa Lingkungan

by Ingot Simangunsong
28 Januari 2026 | 09:10 WIB
0

TAPANULI UTARA -- SEGARIS.CO -- PASTOR Paroki Santa Maria Tarutung, RD Merdin M. Sitanggang, akan mengemban tugas baru di Paroki...

Read more
News

Horas Bangso Batak tegas tolak rencana Danantara kelola PT TPL

by Ingot Simangunsong
27 Januari 2026 | 17:45 WIB
0

BEKASI – SEGARIS.CO - Horas Bangso Batak (HBB) menolak dengan tegas rencana Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI...

Read more
News

Tampung getah curian, aktivitas seorang warga rsahkan masyarakat Dolokmaraja

by Ingot Simangunsong
27 Januari 2026 | 13:38 WIB
0

SIMALUNGUN -- SEGARIS.CO -- Seorang warga Gang Seremoni, Bah Apal, Nagori Dolokmaraja, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Mansah (55), diduga...

Read more
News

Pangdam I/Bukit Barisan tinjau jembatan Bailey di Kabupaten Langkat

by Ingot Simangunsong
27 Januari 2026 | 10:07 WIB
0

LANGKAT -- SEGARIS.CO --  PANGLIMA Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariks, meninjau jembatan Bailey yang telah...

Read more

Berita Terbaru

Buah Pikir

Senandung ibu kandung yang tidak berhak “mangulosi”

1 Februari 2026 | 21:11 WIB
News

Pemko Pematangsiantar tegaskan penertiban bus di luar Terminal Tanjungpinggir

30 Januari 2026 | 11:40 WIB
News

Uang kehormatan guru PAUD SAB Pematangsiantar naik, guru sampaikan terimakasih kepada Ketua TP PKK

30 Januari 2026 | 11:32 WIB
News

Jemaat Lingkungan Santo Yosef Tarutung lepas tugas “Pastor Pembangunan” RD Merdin M Sitanggang dengan Misa Lingkungan

28 Januari 2026 | 09:10 WIB
News

Horas Bangso Batak tegas tolak rencana Danantara kelola PT TPL

27 Januari 2026 | 17:45 WIB
News

Tampung getah curian, aktivitas seorang warga rsahkan masyarakat Dolokmaraja

27 Januari 2026 | 13:38 WIB
News

Pangdam I/Bukit Barisan tinjau jembatan Bailey di Kabupaten Langkat

27 Januari 2026 | 10:07 WIB
News

Bupati Tapanuli Utara serahkan santunan kepada 23 ahli waris korban bencana hidrometeorologi

25 Januari 2026 | 07:15 WIB
News

Pemkab Tapanuli Utara dukung dan apresiasi launching Bimbel Intensif SMAN 1 Pangaribuan

24 Januari 2026 | 09:43 WIB
Buah Pikir

Kadis Pendidikan sebaiknya memiliki skill ganda

24 Januari 2026 | 06:49 WIB
News

Wakil Bupati Taput: Kepala sekolah harus disiplin dan profesional

23 Januari 2026 | 06:57 WIB
News

Asyik nyabu di rumah kosong, warga Deliserdang diamankan Polres Simalungun

22 Januari 2026 | 10:46 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2024 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir sinata berita