PEMATANGSIANTAR – SEGARIS.CO – WAKIL Ketua Depidar II SOKSI Sumut, Horas Sitompul menyampaikan pesn kepada Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi agar lebih fokus memperhatikan masalah penataan kota yang dipimpinnya, agar lebih rapi, tidak semrawut dan lebih humanis.
“Kota Pematangsiantar, selain dikenal sebagai kota transit karena keunikan kulinernya, juga memiliki potensi wisata sejarah, pusat gereja dan kota pendidikan. Dengan kepemimpinan yang baru ini, harapan kita terjadilah perubahan – perubahan,” kata
mantan Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut Bidang Organisisasi itu kepada Segaris.co sembari ngopi di Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar, pada Rabu (02/04/2025).
Ancaman dan risiko: Apa yang terjadi jika tanah Anda belum bersertifikat elektronik?
Penataan parkir kendaraan
Horas Sitompul menyampaikan, penataan parkir kendaraan di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka perlu dicarikan solusi agar tidak pada memenuhi badan jalan, yang menjadi sumber kemacetan arus lalulintas.
“Solusi yang bisa saya sampaikan, Pemerintah Kota dapat mencari beberapa titik khusus parkir kendaraan di Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka. Diberikan hak kelola kepada pihak swasta. Contohnya Gedung Juang Jalan Merdeka, dengan tidak mengurangi nilai sejarahnya dapat dikelola dengan parkiran bertingkat, kemudian lahan di belakangnya yang berdekatan dengan kantor Dinas Kominfo,” kata Horas Sitompul yang juga merupakan putra Pematangsiantar itu.
Ia yakin, para pengambil kebijakan di Kota Pematangsiantar lebih paham tentang bagaimana mengelola penataan kota lebih baik dan memberi kenyamanan kepada para wisatawan yang melintas atau menginap.
Manfaatkan terminal Tanjungpinggir
Kemudian Horas Sitompul menyebutkan, di kepemimpinan Wesly Silalahi, sepanjang lima tahun ke depan, pemanfaatan Terminal Tanjungpinggir dapat direalisasikan, agar angkutan dalam kota, antar kabupaten/kota dan provinsi serta loket angkutan tidak lagi berbasis di inti kota dan masuk ke terminal.
“Sayang kali terminal yang cukup representative itu, yang anggarannya besar, tidak difungsikan dengan semestinya. Wesly Silalahi diharapkan jadi promotor terealisasinya pemanfaatan terminal tersebut,” kata Horas Sitompul yang saat ini digadang – gadang sebagai calon sekretaris DPD Partai Golkar Sumut pada Musda yang akan digelar pertengahan 2025 ini.
Di terminal itu, kata Horas Sitompul, perlu disiapkan tempat bisnis kuliner oleh – oleh khas Pematangsiantar seperti Roti Ganda dan lainnya.
“Dengan adanya kuliner itu di terminal, para penumpang dapat membelinya,” kata Horas Sitompul.
Tempat pembuangan sampah dan jalan lingkar
Selanjutnya, Horas Sitompul juga memberikan pandangan terkait tempat pembuangan akhir sampah yang berada di pinggiran jalan lingkar dari Jalan Sisingamangaraja masuk Jalan Pdt J Wismar Saragih (dh Jalan Bali) hingga terminal iru, segera dipindahkan.
“Tumpukan sampah dan bau busuk itu, membuat pemilik kendaraan sungkan melintas, apalagi di saat musim penghujan. Dengan mulusnya jalan lingkar tersebut, angkutan orang maupun pribadi yang dari lintas Parapat, akan memanfaatkannya. Sehingga suasana kota tidak padat,” katanya.
Harapan inilah, kata Horas Sitompul, yang patut dijawab dan menjadi skala prioritas, agar Kota Pematangsiantar tidak hanya sebatas sebutan KOTA TRANSIT tapi bertumbuh menjadi kota nyaman untuk wisatawan tinggal 2-3 hari menikmat destinasi wisata kuliner. [Ingot Simangunsong/***]