Segaris.co
Rabu, 2 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom

meraba “TANGAN POLITIK” Jokowi dan “SUARA” Megawati Soekarnoputri

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
9 Maret 2024 | 14:10 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

“TANGAN POLITIK” Joko Widodo — populer dengan sebutan Jokowi — disebut-sebut mulai bekerja nyata setelah Mahkamah Konstitusi [MK] yang dipimpin iparnya [Usman] memberi ruang bagi anaknya — notabene keponakan Usman — Gibran Rakabuming Raka untuk lolos mulus sebagai Calon Wakil Presiden RI mendampingi Calon Presiden RI, Prabowo Subianto di Pemilu Pemilihan Presiden [Pilpres] yang digelar pada Rabu [14 Februari 2024].

Kemudian, melekatlah sebutan yang ditanamkan para politisi negeri ini, bahwa Jokiwi sedang membangun “Dinasti Politik” dengan mengenyampingkan nilai-nilai kedemokrasian yang sudah mulai tertata sejak musibah politik “Gerakan Reformasi 1998” yang menurunkan Presiden Soeharto dari kursi kekuasaan yang diduduki selama 32 tahun.

Tidak sebatas itu, Jokowi pun, dibaiat para politisi pemangku kepentingan, yakni sedang membangunkan harimau tidur kekuasaan Orde Baru dengan meninggalkan PDI Perjuangan, partai yang bangga dengan slogan “Wong Cilik” itu. Karena, ketersinggungan dengan sebutan sebagai “PETUGAS PARTAI.”

BOM WAKTU Ekonomi menanti Indonesia di tangan Prabowo-Gibran, INI peringatan JK

Kenapa diam …

NAH !!! Ketika MK memberi ruang bagi Gibran Rakabuming Raka untuk mendampingi Prabowo Subianto, yang dilanjutkan Komisi Pemilihan Umum [KPU] RI menerima pendaftaran pasangan tersebut, kenapa pasangan Capres/Cawapres Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo – Mahfud MD, tidak melakukan semacam gerakan penolakan terhadap tindakan MK dan KPU RI.

Semisalnya, menyampaikan kesepakatan bahwa keduanya, tidak mendaftarkan diri sebagai Capres/Cawapres, sebelum keputusan MK benar-benar diuji kembali dan PKPU terkait batasan usia dilakukan perubahan.

Ada apa dengan integritas kenegarawanan dua Capres/Cawapres, yang tak bersikap dan membiarkan tahapan demi tahapan Pemilu Pilpres terus berjalan hingga terlaksana dan sekarang sedang berpolimik pada hitungan perolehan suara yang dikantongi 01, 02 dan 03.

Situasi kekinian yang terjadi pasca coblos Capres/Cawapres di Rabu [14 Februari 2024], adalah buah DIAMnya dua Capres/Cawapres.

Tentu, hanya kedua pasangan Capres/Cawapres DIAM itu, yang tahu persis, kenapa mereka harus diam dan tidak berniat menghentikan gerakan Paman Usman dengan boikot mendaftar.

Andaikan kedua pasangan tersebut, bersama para pakar ketatanegaraan dari seluruh perguruan tinggi yang ada di negeri ini, melakukan gerakan moral terhadap keputusan Paman Usman, maka tidaklah sepahit sekarang ini, yang harus diamati RAKYAT INDONESIA.

Apakah mereka merasa sulit untuk meraba “TANGAN POLITIK” Jokowi, atau naluri politik mereka, ingin pula menikmati mainan politik Jokowi sebagai “menu goreng-gorengan politik.”

Merekalah yang tahu, dan yang RAKYAT tahu, suasana semakin hiruk pikuk. Harga bahan pokok semakin tak terkendali dan RAKYAT hanya bisa berdoa agar Tuhan tetap berpihak dalam memberikan kecukupan di kondisi sepahit apa pun.

Karena yang sedang terjadi saat ini, adalah “perang” para pemangku partai yang sedang memperjuangkan kursi kekuasaan untuk kepentingan pribadi, partai dan kelompok. Sekencang apa pun mereka berseteru, ujung-ujungnya akan berhenti di satu kata, yakni “KOALISI”.

Pesta — yang menurut para politisi, sudah tidak berada dalam koridor kedemokrasian — harus dibayar dengan anggaran yang demikian besar.

Jika pesta berakhir, maka RAKYAT yang akan membersihkan sampah-sampah politik yang ditinggalkan para politisi, melalui beban pajak dan dicabutnya subsidi serta dramaturgi harga bahan pokok yang semakin terasa pahit.

Sementara mereka yang bersitegang urat politik, akan bernegosiasi di sebuah rumah besar yang disebut SENAYAN.

Suara Rakyat adalah Suara Tuhan, sudahkah atau akankah mampu meraba “Tangan Politik” Jokowi???

Dimana suara Ketua Umum PDI Perjuangan, Bu Megawati Soekarnoputri dan Mbak Puan Maharani untuk “Wong Cilik”.

 

Pematangsiantar, Sabtu 09-03-2024
Penulis, Ingot Simangunsong, pimpinan redaksi Segaris.co

Tags: JokowiMegawati SoekarnoputriPolitikPuan MaharanisegarisSegaris.coSuaraTangan
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more

Berita Terbaru

News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
SEREMONI

Tangkas Kroni Silitonga gelar reses, serap aspirasi warga Nagori Lestari Indah

31 Agustus 2026 | 16:02 WIB
News

‎Bupati Tapanuli Utara temui Kepala BBWSS II, usulkan pemulihan irigasi dan tanggul

31 Agustus 2026 | 13:13 WIB
News

Bayu Wicaksono alias Ncek pulang dari Myanmar, buronan dua tahun berakhir di Bareskrim

31 Agustus 2026 | 11:16 WIB
SEREMONI

Wali Kota ajak DMI makmurkan masjid dan masyarakat Siantar

31 Agustus 2026 | 08:48 WIB
News

“RUU Perampasan Aset: senjata baru Negara mengejar harta kejahatan, tapi siapa yang mengawasi?”

30 Agustus 2026 | 13:38 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus