Segaris.co
Kamis, 3 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Kolom
Pimpinan Redaksi Segaris.co, INGOT SIMANGUNSONG

Pimpinan Redaksi Segaris.co, INGOT SIMANGUNSONG

ke-ABADI-an bunga EDELWEIS dan ke-DEMOKRASI-an

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
1 Februari 2024 | 23:41 WIB
in Kolom

Catatan | Ingot Simangunsong

Bunga Edelweis (Leontopodium alpinum) adalah bunga yang tumbuh di daerah pegunungan tinggi, khususnya di wilayah alpen di Eropa.

Namun, bunga ini juga ditemukan tumbuh di pegunungan tinggi di Asia, termasuk di Indonesia.

Ciri khas utama dari bunga Edelweis adalah kecantikan dan ketahanannya terhadap cuaca ekstrem di pegunungan.

Bunga ini memiliki warna putih bersih dan tumbuh di tanah yang berbatu atau berpasir. Daunnya berbulu-bulu halus untuk melindungi diri dari sinar matahari yang terik dan suhu dingin di pegunungan.

Bunga Edelweis memiliki makna yang mendalam dalam budaya populer.

Di beberapa negara, bunga ini dianggap sebagai simbol keabadian, keberanian, dan cinta yang tulus.

Keindahannya yang khas dan keberadaannya yang langka membuatnya sering menjadi objek legenda dan cerita rakyat di daerah pegunungan.

Di Indonesia, bunga Edelweis ditemukan tumbuh di beberapa pegunungan tinggi, seperti di Gunung Papandayan, Gunung Gede, dan Gunung Rinjani.

Kehadirannya menambah pesona alam pegunungan Indonesia yang mempesona.

Namun, popularitas bunga Edelweis juga membawa dampak negatif. Karena keindahannya, bunga ini sering dipetik oleh para pendaki gunung sebagai tanda prestasi atau kenang-kenangan.

Hal ini menyebabkan penurunan populasi bunga Edelweis di beberapa daerah.

Oleh karena itu, upaya konservasi dan perlindungan terhadap bunga Edelweis menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan dan keberadaannya di alam.

Dengan kecantikannya yang abadi dan simbolisme yang mendalam, bunga Edelweis tetap menjadi daya tarik yang menakjubkan bagi pengunjung pegunungan tinggi di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.

Apa kaitannya dengan ke-demokrasi-an di negeri kita, INDONESIA. Tentu tidak ada sama sekali “benang merah” yang kental untuk mempertemukan bunga Edelweis dengan ke-demokrasi-an.

Yang terasa hanya kesamaan aroma, yakni penurunan populasi sehingga sangat dibutuhkan AKAL SEHAT untuk menjaga keberlangsungan dan keberadaan bunga Edelweis dan ke-demokrasi-an di alam raya, NUSANTARA.

[ Betapa… sempat terasa indahnya ritme ke-demokrasi-an yang dibayar mahal dalam gelegar REFORMASI 1998 dan meregangkan puluhan nyawa.

Pesta demokrasi — masih layakkah disebut — yang akan digelar 14 Februari 2024, menjadi tersandera keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan seorang calon wakil presiden di luar nalar dan akal sehat.

Ke-demokrasi-an yang lulu-lantak di ruang kekuasaan, yang tidak disangka-sangka bergerak ke arah berlawanan dan mengabaikan kebersamaan yang sudah terjalin demikian lamanya.

Tidak sedikit yang harus patah arang karena perubahan yang membuat rasa mual karena muak.

Apa yang pernah ditulis tentang ketulusan hati, ternyata hanya sekadar casing yang menutupi kondisi sebenarnya, busuk dan bernana.]

Bunga Edelweis [ walau sedang berjuang mempertahankan populasi ], diharapkan dapat menjadi lambang keabadian rasa cinta tulus bagi para pengabdi ke-demokrasi-an di alam raya, NUSANTARA.

Jika air mata almamater pun tidak digubris karena perubahan alur pikir tak adab, biarlah itu mati dalam senyapnya.

Bagi akal SEHAT, bunga Edelweis diposisikan pada tangan calon pemimpin yang setia berada di ruang ke-demokrasi-an.

Ke-demokrasi-an harus tegak lurus melawan pikiran-pikiran di luar nalar dan di luar akal sehat.

14 Februari 2024, ke-ABADI-an Edelweis untuk tegak lurusnya ke-DEMOKRASI-an. Cinta TULUS, Nusantara.

Kalaulah, tangisnya almamater tak dianggap, setidaknya jangan lukai IBU PERTIWI. Salam DEMOKRASI.

 

Penulis, Ingot Simangunsong, pimpinan redaksi Segaris.co

 

Tags: BungaDemokrasiEdelweisNusantarasegarisSegaris.co
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Kolom

Bukan yang pertama, Jika MA setuju apa yang membuat pemakzulan Bupati Gowa bersejarah?

by Ingot Simangunsong
14 Agustus 2026 | 12:07 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong NAMA Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, kini berada dalam pusaran proses politik dan hukum...

Read more
Kolom

Adab yang (Sengaja) Dilupakan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 23:15 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong ENTAH disengaja, memang disengaja, atau pura-pura disengaja, kenyataannya memang demikian: adab semakin sering dilupakan....

Read more
Kolom

Kematian Winda Lorenza Gowasa: Polisi Sebut Bunuh Diri, Keluarga Curiga, Komisi III DPR Turun Tangan

by Ingot Simangunsong
9 Agustus 2026 | 07:26 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KEMATIAN Winda Lorenza Gowasa (WL), mantan istri seorang anggota Polri di Medan, kini menjadi...

Read more
Kolom

Dari startup kebanggaan Indonesia menuju Skandal Internasional: Runtuhnya Imperium eFishery dan pelajaran bagi dunia investasi

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 19:08 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong TIDAK banyak yang menyangka bahwa eFishery, startup yang pernah dielu-elukan sebagai kebanggaan Indonesia di...

Read more
Kolom

Saat penjaga integritas tergoda: Membaca deretan kasus oknum KPK yang memeras dan mengkhianati amanah

by Ingot Simangunsong
1 Agustus 2026 | 13:49 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) lahir dengan satu mandat besar: menjadi benteng terakhir melawan korupsi....

Read more
Kolom

Pergantian Nanik S. Deyang: Murni alasan kesehatan atau momentum pembenahan Badan Gizi Nasional?

by Ingot Simangunsong
23 Juli 2026 | 06:17 WIB
0

Catatan | Ingot Simangunsong  Ingot Simangunsong PERGANTIAN kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menjadi perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto...

Read more

Berita Terbaru

News

Gerakan Pangan Murah di Pasar Tarutung, Bupati: “Langkah konkret menekan laju inflasi”

3 September 2026 | 06:47 WIB
SEREMONI

Kejari Simalungun gelar upacara Harlah ke-81 Kejaksaan RI 

2 September 2026 | 16:17 WIB
SEREMONI

Polres Pematangsiantar beri kejutan Harlah ke-81 Kejaksaan 

2 September 2026 | 16:03 WIB
News

Dokkes Polres Siantar lakukan safety food MBG di SPPG YKB

2 September 2026 | 14:04 WIB
News

UPDATE SINABUNG: Status masih SIAGA, warga diminta tidak lengah

2 September 2026 | 13:25 WIB
News

Rekam jejak erupsi Gunung Sinabung: Dari “Gunung tidur” menjadi luka panjang 

1 September 2026 | 22:42 WIB
News

SINABUNG SIAGA: 2.451 warga dievakuasi, abu vulkanik mengarah ke Berastagi

1 September 2026 | 11:40 WIB
News

PBG Watch soroti belum disegelnya bangunan milik anggota DPRD Sumut di Medan

1 September 2026 | 10:22 WIB
News

Gunung Sinabung naik ke Level Siaga, abu mengarah ke Berastagi — PVMBG ingatkan potensi erupsi lebih besar

1 September 2026 | 05:15 WIB
News

Update Berastagi malam ini

31 Agustus 2026 | 20:20 WIB
News

Sidak humanis: Pemko pastikan harga pangan terjangkau

31 Agustus 2026 | 19:41 WIB
News

Gunung Sinabung erupsi, status naik Siaga: Abu 3.500 meter, warga diminta tak panik

31 Agustus 2026 | 19:18 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus