Segaris.co
Jumat, 23 Oktober 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home Buah Pikir
Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)

Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)

Permainan Anak Kecil, JANGAN PANIK!

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
26 Mei 2023 | 12:21 WIB
in Buah Pikir

Oleh | Sutrisno Pangaribuan

ISTILAH ANAK KECIL, seperti yang disampaikan Gibran Rakabuming Raka, bukan hal baru dalam politik.

Alm. Taufiq Kiemas (TK), mantan Ketua MPR RI, suami Megawati Soekarnoputri pernah menyebut SBY anak kecil, Senin (02/03/2004).

TK mengatakan, “Mestinya dia (SBY) datang ke ibu presiden (Mega), tanya kok enggak diajak rapat (rapat kabinet), bukannya ngomong di koran seperti anak kecil. Masa, jenderal bintang empat takut ngomong ke presiden,” kata TK.

Pernyataan TK tersebut dikapitalisasi dan secara efektif dipakai SBY sebagai menteri yang  “dizalimi”, sehingga sukses mengalahkan Mega dua putaran di Pilpres 2004 dan satu putaran di Pilpres 2009.

Proyek Rp22,7 M lebih di Samosir ASAL JADI, Pejabat BWS Sumatera II Kementerian PUPR SULIT DITEMUI

Pasca dipanggil DPP PDI-P, akibat “wedangan politik” plus “deklarasi dukungan politik” relawan Jokowi-Gibran se Jawa Tengah dan Jawa Timur kepada Capres Gerindra, Prabowo Subianto, Gibran mengatakan: “Saya tidak bermanuver. Saya itu tidak di struktur partai. Saya itu cuma kader biasa. Saya itu masih kader baru. Saya tidak punya pasukan. Manuver apa? Saya itu cuma anak kecil. Jangan pada panik gitu lho ya. Saya itu cuma anak kecil. Ga tau apa-apa jangan pada panik gitu lho ya.”

Wedangan politik Prabowo bersama Gibran dilakukan sebelum menemui SBY di Pacitan. Gibran sangat penting bagi Prabowo, sehingga harus lebih dahulu ditemuinya, baru kemudian menemui SBY.

Nanis Setiani: “Sebenarnya, RPAM Perumda Tirtauli SUDAH SANGAT BAIK”

Safari politik Prabowo, mengunjungi dua orang “anak kecil”, yaitu bertemu “anak kecil pertama” di Surakarta berbuah deklarasi dukungan dari relawan.

Kemudian bertemu “anak kecil kedua” di Pacitan mendapat nostalgia dan wejangan dari senior, dan mantan presiden.

Presiden RI keempat, Alm. KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), pada tahun 2001 mengatakan: “Keterangan saya tidak begitu dipahami karena memang enggak jelas bedanya antara DPR dan TK.”

Pernyataan tersebut membuat anggota DPR marah, dan menuntut Gus Dur menarik ucapannya. Namun Gus Dur menjelaskan bahwa ucapannya sebatas humor.

Masalah Bendera di kantor PGRI Simalungun, Jarinsen Purba: “Sudah diagendakan menggantikannya”

Namun kemudian Gus Dur ternyata menyesal menyamakan anggota DPR dengan anak TK. Akan tetapi penyesalan yang dimaksud Gus Dur berbeda dengan pikiran banyak orang.

“Saya menyesal menyamakan DPR dengan taman kanak- kanak. Saya merasa berdosa telah meremehkan anak-anak yang suci, cerdas, dan kreatif. Sedangkan anggota DPR yang kotor dan kreatif mencari celah untuk uang,” ucap Gus Dur.

Dalam dinamika politik nasional, yang berhasil diorkestrasi dan direlokasi Gibran dari Jakarta ke Surakarta, Kongres Rakyat Nasional (Kornas), rekan juang politik Jokowi sejak 2014, dan akan melanjutkan perjuangan bersama Ganjar Pranowo 2024 menyampaikan pandangan sebagai berikut:

PERTAMA, bahwa Kornas mengapresiasi Capres Prabowo yang rendah hati bersedia menemui “anak kecil”.

Wedangan bersama Gibran yang mengaku sebagai “anak kecil”. Kemudian silaturahmi dan nostalgia dengan SBY yang disebut Alm. Taufiq Kiemas “anak kecil”.

KEDUA, bahwa salah satu permainan tradisional anak kecil yang berasal dari Jawa Tengah adalah “Cublak Cublak Suweng”.

Permainan dimana satu anak membungkuk dan menghadap ke bawah yang bertugas sebagai penebak. Sementara anak yang lain sambil menyanyikan lagu “Cublak Cublak Suweng” memindahkan kerikil dari tangan ke tangan di punggung anak tersebut.

Maka wedangan plus deklarasi relawan Jokowi-Gibran seharusnya tidak perlu disikapi berlebihan atau “panik” oleh pihak manapun. Mungkin Gibran sedang bermain tebak- tebakan ala “Cublak Cublak Suweng.”

KETIGA, bahwa pada Pilpres 2019 pernah beredar video sejumlah orang yang melakukan sikap hormat kepada Prabowo Subianto.

Setiap orang bersiap sambil memberi hormat dan mengatakan: “siap presiden” lalu secara bergantian menyalami Prabowo Subianto.

Aksi tersebut kemudian ditiru dalam bentuk parodi oleh banyak pihak, termasuk oleh anggota tim kampanye nasional (TKN) Jokowi.

Ada pihak yang menyebut bahwa Prabowo sedang main  “presiden-presidenan”. Oleh karena itu, wedangan Prabowo dengan Gibran pun seharusnya ditanggapi dengan pernyataan khas Gus Dur: “gitu aja kok repot.”

KEEMPAT, bahwa pernyataan Gibran tentang dirinya sebagai kader baru, kader biasa, tidak bermanuver, tidak punya pasukan, lalu merendahkan hatinya memilih jadi “anak kecil”, harus diyakini sebagai pernyataan dari seorang yang jujur, polos, dan tulus.

Maka Gibran justru harus diberi kebebasan, keleluasaan memainkan perannya sebagai “anak kecil” yang menggemaskan, sehingga setiap orang selalu ingin bertemu dan merindukannya.

KELIMA, bahwa tingginya keinginan tokoh- tokoh politik nasional bertemu dengan Gibran harus diterima dengan baik dan positif.

Gibran yang “suci, cerdas, dan kreatif” seperti pandangan Gus Dur kepada “anak kecil” ternyata berhasil memainkan perannya sebagai pelopor untuk menjadikan Pemilu 2024 sebagai pesta demokrasi yang menggembirakan, aman, damai.

Kunjungan Capres Anies Baswedan, Airlangga Hartarto, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto ke Surakarta sebagai bukti bahwa Gibran sebagai satu-satunya tokoh yang dapat mempertemukan semua Capres 2024.

KEENAM, bahwa Pilpres 2024 sejatinya sebagai kontestasi politik yang berkualitas, sehingga Capres harus mengedepankan spirit kebangsaan dan persaudaraan.

Pertarungan ide, gagasan, serta program dalam mewujudkan tujuan dan cita- cita nasional harus diutamakan.

Menghentikan penggunaan politik identitas, eksploitasi SARA, dan pemanfaatan ikatan- ikatan primordial.

Sikap permusuhan, ujaran kebencian, pernyataan yang saling merendahkan dan melukai perasaan harus dihindari, sehingga Pemilu 2024 tidak menghadirkan luka dan dendam.

KETUJUH, bahwa Kornas sebagai rekan juang politik Jokowi dan Ganjar tidak akan memaksa Jokowi, keluarganya, bahkan relawannya untuk mendukung Capres Ganjar.

Kornas menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada Jokowi, dan tidak menuntut apapun. Kornas memiliki keyakinan bahwa Indonesia membutuhkan pemimpin yang berasal dari “orang biasa” seperti Jokowi di 2014 dan 2019.

Maka Kornas memutuskan mendukung Ganjar Pranowo sebagai satu- satunya Capres “orang biasa”.

KEDELAPAN, bahwa semua tokoh yang melewati proses panjang hingga menjadi Capres atau Cawapres harus diapresiasi dan dihargai.

Maka Kornas akan mengajak seluruh rekan juang politik, relawan, simpatisan, dan pendukung Capres Ganjar Pranowo untuk tidak melakukan ” black campaign, negative campaign” terhadap Capres lainnya.

Tidak menyebar berita bohong dan menyesatkan. Tidak memberi hadiah atau janji, dalam bentuk uang, dan sembako. Serta menjunjung tinggi persaudaraan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

Kornas mengajak semua pihak, baik parpol, paslon, perseorangan calon dan penyelenggara, baik KPU, Bawaslu, DKPP, serta fasilitator baik Pemerintah, TNI dan Polri dan seluruh rakyat Indonesia untuk bergotong-royong menjadikan Pemilu 2024 sebagai Pemilu yang jujur, adil, aman, dan damai.

Penulis, Sutrisno Pangaribuan, Presidium Kongres Rakyat Nasional (Kornas)

Tags: GibranPrabowo Subianto
ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

Oplus_131072
Buah Pikir

Menanti keberanian Jaksa menangkap para perampok uang Jalan Tol Medan- Binjai

by Ingot Simangunsong
11 Oktober 2026 | 11:54 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan  BEBERAPA waktu yang lalu, penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut), dikabarkan telah...

Read more
Buah Pikir

PR besar penataan Telekomunikasi, butuh solusi bersama 

by Ingot Simangunsong
6 Oktober 2026 | 10:10 WIB
0

Oleh | Herry Chandra, ST Pimpinan PT Hydra Media Indonesia. Tim Hydra Net DUNIA telekomunikasi Indonesia sedang tumbuh pesat. Kebutuhan...

Read more
Buah Pikir

“Bupati sehari”

by Ingot Simangunsong
28 September 2026 | 07:19 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   OLIMPIADE Sains Kelas Unggulan (OSKU) Jenjang SMP Kabupaten Tapanuli Utara diselenggarakan Dinas Pendidikan Sabtu, 19...

Read more
Buah Pikir

MUBES VI PUJAKESUMA, 18-20 September 2026, Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta

by Ingot Simangunsong
18 September 2026 | 17:18 WIB
0

Catatan | Herry Chandra, ST  Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Kulon Nuwun, DARI tanah Habonaron Do Bona Simalungun yang subur, tempat nenek...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Bobby harus belajar (lagi) kewenangan kepala daerah

by Ingot Simangunsong
26 Agustus 2026 | 19:59 WIB
0

Catatan | Sutrisno Pangaribuan    BOBBY NASUTION kembali melakukan akrobat politik dengan menjadi kepala daerah paling peduli terhadap warga. Gubernur...

Read more
Oplus_131072
Buah Pikir

Timoty Situmorang, telusuri silsilah Op Tuan Situmorang

by Ingot Simangunsong
25 Agustus 2026 | 07:14 WIB
0

Catatan | Martua Situmorang   TIMOTY SITUMORANG, 27 tahun, lahir di Kota Medan, tetapi dia sangat pasih berbahasa Batak. Anak...

Read more

Berita Terbaru

News

WASPADA! BMKG INGATKAN CUACA EKSTREM DI SUMUT 23–25 OKTOBER, WARGA DIMINTA SIAGA

22 Oktober 2026 | 20:53 WIB
News

Peduli kesehatan masyarakat, Satgas Inti Mahakarya IPK Simalungun bagikan masker di Jalan Asahan

22 Oktober 2026 | 19:37 WIB
News

Pemkab Taput dan Kementerian ESDM bahas pengembangan potensi panas bumi

22 Oktober 2026 | 10:52 WIB
News

Kejari Simalungun dampingi Kajati Sumut, serahkan Legal Opinion dan 10 sertifikat tanah wakaf

21 Oktober 2026 | 20:31 WIB
News

KPK bantah video viral Nusron Wahid dijemput paksa, Ini fakta debenarnya

21 Oktober 2026 | 01:28 WIB
News

Pemkab Taput raih apresiasi sukses  Tuan Rumah Rakernas V MPK Indonesia ‎

20 Oktober 2026 | 07:49 WIB
News

‎Rekonstruksi Jalan Salib Kasih–Simanampang perkuat akses pariwisata dan pertanian Taput

20 Oktober 2026 | 07:31 WIB
News

Polisi ringkus tersangka penggelapan Avanza, korban rugi Rp190 juta

19 Oktober 2026 | 16:26 WIB
News

KWT di Pematangsiantar panen sayuran dan cabai, pendampingan Daud Simanjuntak diapresiasi

19 Oktober 2026 | 09:12 WIB
KESEHATAN

Berawal dari perjuangan mengobati anak,  Helleria Barasa merintis bisnis MCI One More

18 Oktober 2026 | 23:21 WIB
News

Tiga warga apresiasi Daud Simanjuntak, keluhan infrastruktur cepat ditindaklanjuti

18 Oktober 2026 | 08:46 WIB
News

Henry Dunan Pardede: “Daud Simanjuntak, figur mumpuni yang cepat tanggap, peduli dan terbuka untuk semua kalangan”

17 Oktober 2026 | 21:59 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus