Segaris.co
Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Segaris.co
No Result
View All Result
Segaris.co
No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir
Home News

IMLEK FAIR “perekat” BUDAYA, tidak KOMERSIAL dan bukan PASAR MALAM

Chandra Yau: Jika tidak ada halangan, 2024 digelar

Ingot Simangunsong by Ingot Simangunsong
12 Januari 2023 | 10:41 WIB
in News

MELALUI telepon selular, Ketua DPD Walubi Kota Pematang Siantar, Susanto menyebutkan, bahwa IMLEK FAIR yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 2015, di samping untuk menyambut perayaan IMLEK, juga menjadi “perekat” budaya etnis (suku) yang ada di Kota Pematang Siantar.

Sementara itu, sekretaris DPD Walubi, Chandra Yau mengungkapkan, pelaksanaan IMLEK FAIR, murni untuk hiburan dalam menyambut perayaan IMLEK dengan menampilkan kebudayaan Tionghoa, serta kebudayaan etnis yang ada di Kota Pematang Siantar.

“Jadi, Imlek Fair itu murni dalam nuansa gembira menyambut perayaan Imlek yang diisi dengan penampilan budaya seluruh etnis yang ada di Kota Pematang Siantar,” kata Chandra Yau, yang memimpin terselenggaranya Imlek Fair di tahun 2016 dan 2017.

Pelaksanaan Imlek Fair itu, dijelaskan Chandra Yau, digelar selama 8 hari sebelum perayaan Imlek, dengan memasang ratusan lampion dan hiasan di Jalan Bandung dan Jalan MT Haryono, Kota Pematang Siantar.

“Jadi, konsep Imlek Fair itu, ya bagaimana etnis Tionghoa bergembira menyambut Perayaan Imlek, bersama seluruh lapisan masyarakat dengan menampilkan ragam budaya etnis yang ada di Kota Pematang Siantar,” kata Chandra Yau.

Tidak komersial

Kemudian Chandra Yau menjelaskan, sejak digelar tahun 2015 yang diprakarsai tokoh masyarakat Tionghoa, OW Herry Darmawan, pelaksanaan Imlek Fair, orientasinya tidak komersial.

“Kita benar-benar menggelarnya dalam menyambut Perayaan Imlek. Yang kita kerjakan selama ini, murni untuk menyajikan hiburan dengan menampilkan budaya, tidak hanya budaya etnis Tionghoa, juga budaya Simalungun, Toba, Mandailing dan budaya etnis lainnya.  Tidak ada nuansa komersial di pelaksanaan Imlek Fair,” kata Chandra Yau.

Menurut Chandra Yau, setiap malam sepanjang 8 hari pelaksanaan – dimana penyelenggara mempersiapkan panggung – setelah Barongsai tampil, sesuai jadwal yang sudah dipersiapkan, giliran etnis lainnya menampilkan kebudayaan masing-masing.

Pengertian tidak komersial, dijelaskan Chandra Yau, di tempat kegiatan Jalan Bandung dan sebagai Jalan MT Haryono, tidak ada kesan bazar apalagi PASAR MALAM.

Perkuat rasa toleransi melalui perekatan budaya

Menurut Chandra Yau, pengharapan dari terlaksananya Imlek Fair, adalah semakin menguatnya rasa toleransi melalui perekatan budaya dari semua etnis yang ada di Kota Pematang Siantar.

“Melalui kebudayaanlah, kita rekat rasa toleransi. Dengan terpeliharanya rasa kebersamaan melalui kebudayaan, kita akan lebih mudah membangun komunikasi atau membicarakan apa pun terkait kemajuan pembangunan Kota Pematang Siantar,” kata Chandra Yau.

Baca juga :

Dukung PERAYAAN IMLEK, INI HARAPAN Hj Susanti Dewayani bagi Kota Pematang Siantar

Makanya, Chandra Yau mengungkapkan, kerja penyelenggaraan Imlek Fair tersebut, yang demikian banyak menyita waktu dan pikiran, dengan satu tujuan membangun rasa toleransi di tengah masyarakat Pematang Siantar yang heterogen.

“Melalui kebudayaan, salah satu pintu penguatan membangun rasa toleransi. Itu yang perlu sama-sama kita jaga, dan kami berupaya menyajikannya dengan baik melalui Imlek Fair,” kata Chandra Yau.

Tahun 2024 rencana digelar kembali

Diungkapkan Chandra Yau, pada Nopember 2022, masyarakat etnis Tionghoa, khususnya para sesepuh telah menyampaikan “kerinduan” untuk digelar kembali Imlek Fair.

“Kita sudah ngumpul pada Nopember tahun kemarin, untuk membicarakan penggelaran kembali Imlek Fair. Namun, ketika itu PPKM belum dicabut, dan baru Desember 2022, Presiden mencabut PPKM. Artinya, kita di tahun 2023 ini, akan mulai membicarakan kemungkinan digelarnya Imlek Fair pada tahun 2024,” kata Chandra Yau.

Baca juga :

Hj Susanti Dewayani: “Bisa menggunakan Lapangan H Adam Malik untuk kegiatan keagamaan, sosial, dan budaya”

Kemudian, Chandra Yau menegaskan, terkait pelaksanaan Imlek Fair yang pemasangan tenda-tendanya dibongkar paksa SatPol PP Kota Pematang Siantar, tidak ada kaitannya dengan Walubi.

“Kita mau meluruskan informasi yang simpang-siur, yang menyebutkan Walubi ikut serta. Faktanya, Walubi tidak ikut, dan tidak pernah terlibat dalam membicarakan rencana Imlek Fair yang dibongkar SatPol PP,” kata Chandra Yau. (Ingot Simangunsong/Samsudin Harahap/***)

 

 

 

 

ShareTweetSendShareSharePinSend

Berita Lainnya

News

Pemkab Tapanuli Utara dorong pariwisata dan ekonomi kreatif di era digital

by Ingot Simangunsong
17 September 2026 | 15:32 WIB
0

TAPANULI UTARA, SEGARIS.CO — PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara terus mendorong percepatan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui pemanfaatan...

Read more
News

Nusron Wahid belum tersangka, KPK masih dalami keterkaitan dalam kasus OTT HGB Bogor

by Ingot Simangunsong
17 September 2026 | 13:24 WIB
0

JAKARTA, SEGARIS.CO — NAMA Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ikut menjadi sorotan setelah Komisi...

Read more
Oplus_131072
News

Komite MAN 2 Langkat bantah tuduhan pungli SPP, tegaskan dana bersumber dari sumbangan wali siswa

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 17:11 WIB
0

LANGKAT, SEGARIS.CO – KOMITE Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Langkat, yang sebelumnya bernama MAN 2 Tanjungpura, membantah adanya praktik pungutan...

Read more
News

Nusron Wahid tak terjaring OTT, 4 orang kepercayaannya jadi tersangka kasus HGB

by Ingot Simangunsong
16 September 2026 | 07:48 WIB
0

JAKARTA, SEGARIS.CO – KABAR mengenai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid yang disebut-sebut ikut terjaring...

Read more
Oplus_131072
News

Belum tuntas kasus sebelumnya, 35 siswa SMKN 1 Merdeka kembali dilarikan ke rumah sakit usai santap MBG

by Ingot Simangunsong
15 September 2026 | 21:31 WIB
0

KARO, SEGARIS.CO — PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Karo. Belum tuntas penanganan dan pengusutan dugaan...

Read more
News

MBG jangan berujung “Makan gratis, risiko ditanggung anak”: PDIP Sumut desak rujukan siswa MTsN 2 Kisaran jangan dipersulit

by Ingot Simangunsong
15 September 2026 | 21:00 WIB
0

MEDAN, SEGARIS.CO — PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) semestinya menghadirkan manfaat bagi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Namun, ketika puluhan...

Read more

Berita Terbaru

News

Pemkab Tapanuli Utara dorong pariwisata dan ekonomi kreatif di era digital

17 September 2026 | 15:32 WIB
News

Nusron Wahid belum tersangka, KPK masih dalami keterkaitan dalam kasus OTT HGB Bogor

17 September 2026 | 13:24 WIB
News

Komite MAN 2 Langkat bantah tuduhan pungli SPP, tegaskan dana bersumber dari sumbangan wali siswa

16 September 2026 | 17:11 WIB
Kolom

Ketika pernyataan Antikorupsi diuji oleh fakta di ATR/BPN

16 September 2026 | 16:03 WIB
News

Nusron Wahid tak terjaring OTT, 4 orang kepercayaannya jadi tersangka kasus HGB

16 September 2026 | 07:48 WIB
News

Belum tuntas kasus sebelumnya, 35 siswa SMKN 1 Merdeka kembali dilarikan ke rumah sakit usai santap MBG

15 September 2026 | 21:31 WIB
News

MBG jangan berujung “Makan gratis, risiko ditanggung anak”: PDIP Sumut desak rujukan siswa MTsN 2 Kisaran jangan dipersulit

15 September 2026 | 21:00 WIB
SEREMONI

TP PKK Pematangsiantar perkuat sinergi dan persiapkan penilaian Lomba PHBS

15 September 2026 | 19:14 WIB
News

OTT KPK di Jabodetabek: Kader Golkar Fahd A Rafiq diamankan dalam kasus HGB Bogor

15 September 2026 | 16:26 WIB
SEREMONI

Wali Kota Pematangsiantar dinilai beri perhatian besar kepada umat Katolik

15 September 2026 | 15:03 WIB
SEREMONI

Pemko Pematangsiantar susun Perwa PSU Perumahan, dorong kepastian hukum bagi pengembang dan masyarakat

15 September 2026 | 06:44 WIB
Kolom

SK DPP terbit, Andar Amin resmi pimpin Golkar Sumut: dari Musda hingga konsolidasi baru

14 September 2026 | 20:53 WIB
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Saran Pembaca
  • Syarat dan Ketentuan
  • Tentang Segaris.co

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus

No Result
View All Result
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • PROFIL
  • News
  • SEREMONI
  • Kolom
  • Buah Pikir

©2022-2026 Segaris.co

rotasi barak berita hari ini samosir fons nuntiorum infamissimus