“RECYCLING VILLAGE” di Desa Timbang Jaya, Bukit Lawang, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara itu, dibangun sejak tahun 2020, merupakan kampung yang dibangun dari daur ulang sampah. Pembangunannya, sempat terkendala, karena terdampak pandemi Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Recycling Village Manager, Sabarata Bangun, yang didampingi Project Wings Indonesia, Bastian selaku Manager Program dari Jerman, dan Iwan Purba kepada Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah saat mengunjungi tempat tersebut, Senin (12/12/2022).
Baca juga :
KABAR GEMBIRA dari Edy Rahmayadi, ADA BEA SISWA bagi mahasiswa BERPRESTASI dan KURANG MAMPU
Baca juga :
ANDA kuliah di Yogyakarta, Gubsu siapkan MESS PEMPROVSU dengan HARGA MURAH, cukup tunjukkan KTP
Menjadi magnet bagi wisatawan
Musa Rajekshah pun, mengapresiasi terobosan yang dilakukan tersebut, dan menyebutkan, bahwa Recycling Village itu, dapat menjadi magnet bagi wisatawan, terutama turis untuk datang ke destinasi unggulan Sumatera Utara.
“Pertama, dengan adanya tempat ini bisa menjadi salah satu magnet wisatawan untuk datang. Kedua, ini juga menjadi pusat edukasi,” kata Musa Rajekshah.
Baca juga :
Jaringan politik Nikson Nababan untuk lobi anggaran Rp30 miliar membangun tanggul Aek Sigeaon dan bantuan Wali Kota Sibolga Rp75 juta
Baca juga :
HUT Ke-23 Dharma Wanita Persatuan, Gubsu: “Keberhasilan transformasi digital, terletak pada perubahan mindset”
Ketika tempat ini nantinya menjadi pusat edukasi, maka masyarakat, terutama generasi muda juga memahami bahwa sampah ini ke depannya menjadi hal yang berbahaya. Generasi ke depan harus lebih peduli dengan lingkungan. Apalagi dari adanya pembangunan ini, paling tidak ada 25 ton sampah yang sudah terselamatkan.
“Untuk masyarakat lokal, ketika tempat ini ada, maka memberikan efek ekonomis. Karena Recycling Village ini dibangun dengan membeli sampah masyarakat sekitar. Kemudian dikelola menjadi ecobrick yang menjadi pondasi dari bangunan ini,” katanya.
Paling penting, kata Musa Rajekshah, ketika orang datang ke tempat ini, maka ekonomi Bukit Lawang juga tumbuh.
“Ini yang perlu kita sadari. Satu sisi sampah ini membahayakan. Memberikan penyakit dan lainnya dan jika dikelola memberikan keuntungan ekonomi bagi kita,” katanya.
Baca juga :
Resmikan RS Murni Teguh, Hj Susanti Dewayani: “Pematang Siantar diharapkan jadi Destinasi Kesehatan”
Takjub ketika melihat
Musa Rajekshah, juga menyampaikan rasa takjubnya ketika pertama kali bertemu dengan Bastian.
“Saya takjub dengan tempat ini. Sewaktu jalan pagi bertemu dengan Bastian dan melihat langsung bangunan ini sungguh luar biasa. Sekali lagi terima kasih,” kata Musa Rajekshah.
Sabarata Bangun pun mengatakan bahwa kampung ini hadir agar masyarakat memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Bangunan ini kami buat dari sampah plastik, kemudian dipadu dengan tanah serta bambu yang semuanya kami beli dari masyarakat di Bukit Lawang,” kata Sabarata Bangun, yang menargetkan akhir 2023, pembangunannya sudah selesai, sehingga nantinya di tempat itu akan ada ruang edukasi, kemudian tempat anyaman dengan memberdayakan masyarakat lokal dan lain sebagainya.
“Dan yang pasti, harapan kami ini, kehadiran Recycling Village akan mengundang wisatawan untuk datang ke Bukit Lawang,” kata Sabarata Bangun. (Sipa Munthe/***)









