GUBERNUR Provinsi Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melepas keberangkatan tiga unit bus BKB Sumatera Utara, ditambah satu mobil pendukung, untuk menjalankan tugas melayani kesehatan kepada masyarakat yang berada di lokasi yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan di kabupaten/kota, Senin (13/06/2022).
Kegiatan akan dilaksanakan Tim Satgas BKB Sumatera Utara, dengan menyasar beberapa titik.
Kabupaten Simalungun menjadi salah satu titik tujuan pelayanan kesehatan masyarakat yang digelar di Balai Karya Murni, Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kamis (16/06/2022).
Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Simalungun, Syahrul Nasution menyampaikan, bahwa menjadi satu kehormatan PPNI terlibat dalam pelayanan kesehatan masyarakat yang diprogramkan Bakti Kesehatan Bermartabat di Sumut, khususnya Kabupaten Simalungun.
“Kita sampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja BKB dalam pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di Kabupaten Simalungun. Ini untuk yang kelima kalinya tim BKB Sumut melayani kesehatan masyarakat di Simalungun,” kata Syahrul Nasution.
Menurut Syahrul Nasution, untuk pelaksanaan sunat massal terhadap 85 anak-anak Simalungun, dilaksanakan tim PPNI Simalungun.
“Untuk sunat massal, PPNI Simalungun yang melaksanakannya,” kata Syahrul Nasution.
Selain melayani sunat massal, BKB juga melakukan operasi bibir sumbing terhadap 5 anak serta pengobatan bagi 30 warga Simalungun.
Kegiatan itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Simalungun, Edwin Toni Simanjuntak dan sejumlah pengurus PPNI Simalungun.
Bukan mencari popularitas
“Kegiatan seperti ini jangan salah mengartikan, karena bukan mencari popularitas. Ini nyata karena melihat kondisi geografis kita yang jaraknya jauh (berjauhan),” kata Edy Rahmayadi.
Keberadaan bus layanan Bakti Kesehatan Bermartabat (BKB) Sumatera Utara telah banyak memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan medis, terutama yang membutuhkan penanganan khusus. Diresmikan sejak 2021 lalu, program ini telah hadir di 40 titik lokasi.
Edy Rahmayadi melihat bahwa kondisi geografis Sumatera Utara, menjadi hambatan untuk bisa memberikan pelayanan yang merata. Selain jarak, kondisi jalan yang rusak juga memengaruhi waktu tempuh perjalanan menuju tempat-tempat tertentu.
“Jadi ini kita adakan, dengan rencana ke depan akan dibentuk satgas-satgas (tambahan) BKB. Mereka sukarelawan dan kita bantu fasiltiasi,” sebut Edy Rahmayadi, yang juga merencanakan penambahan armada.
Kegiatan sosial sekaligus beramal
Program BKB Sumut ini, lanjut Edy Rahmayadi, merupakan kegiatan sosial sekaligus beramal, terutama mendukung kemerdekaan bidang kesehatan, mendekatkan layanan di tempat rakyat yang membutuhkan bantuan.
“Hari ini berangkat, sampai tiga hari. Nanti terus akan berlanjut,” kata Edy Rahmayadi.
Bahkan, lanjut Edy Rahmayadi, jika memungkinkan akan disiapkan alat berat untuk membantu bus BKB menjangkau daerah yang jalurnya sulit dilalui.
Sementara Tim Satgas Program BKB Sumut, Brigjen TNI (Purn) Harry Yusmanadi menyampaikan bahwa sejak Maret hingga Desember 2021, mereka telah mendatangi 40 titik lokasi di berbagai kabupaten/kota.
Ada pun jumlah pelayanan mencapai 4.601 layanan yang terdiri dari 130 operasi bibir sumbing, 2.180 pengobatan spesialsitik, 2.224 khitan massal, 1 kali operasi tumor dan 66 layanan kesehatan mata. Ditambah 6.000 layanan vaksinasi.
“Kali ini kita akan melakukan layanan bakti sosial ke tiga daerah, yakni Kabupaten Batubara, Asahan dan Simalungun. Progam yang dikoordinatori Pak Gubernur ini akan datang ke lokasi yang membutuhkan pelayanan, termasuk operasi,” katanya.
Antusias tinggi dari masyarakat
Sebelumnya Harry Yusmanadi yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) BKB Sumut menyampaikan bahwa kehadiran mereka ke beberapa lokasi mendapat antusias tinggi dari masyarakat. Begitu juga sambutan pemerintah kabupaten/kota yang didatangi, merasa terbantu dengan kehadiran bus berfasilitas standar ruang operasi tersebut.
“Pada dasarnya ini pelayanan khusus seperti operasi katarak, bibir sumbing, tumor (kecil), serta khitanan massal. Ada beberapa dokter spesialis di dalamnya dibantu Persatuan Perawat Nasional Indonesia,” ujar Harry Yusmanadi.
Dijelaskan Harry Yusmanadi, bahwa kedatangan mereka ke kabupaten/kota bukan dalam rangka mengambil alih tugas dari fasilitas kesehatan (Faskes).
“Namun membantu masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan secara khusus,” kata Harry Yusmanadi. (Ingot Simangunsong/***)