TAHUN 2022, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, akan menggelar beberapa even, baik itu yang terangkum dalam Horas Samosir Fiesta (HSF) mau pun yang dilaksanakan masyarakat desa/pokdarwis/komunitas.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho yang didampingi para kepala bidang dan staf, saat menerima kunjungan kerja Kepala Divisi Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Siswanto di Aula Kantor Dinas, Komplek Perkantoran Parbaba, Kamis (27/01/2022).
Tetti Naibaho menyampaikan, tahun ini, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar 4 even yang bertema seni budaya dan sport tourism, yaitu Festival Gondang Naposo, Pekan Kebudayaan Daerah, Samosir Lake Toba Ultra Marathon dan Festival Sipinggan. Selain itu, ada beberapa even yang akan dilaksanakan masyarakat.
Tetti Naibaho menyampaikan agar BPODT kiranya bersedia memberikan dukungan demi suksesnya pelaksanaan event-event tersebut.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari BPODT. Kita yakin bahwa dukungan tersebut akan menjadikan event di Samosir naik kelas,” kata Tetti Naibaho yang juga merupakan pegiat Desa Wisata Hutatinggi tersebut.
Tetti Naibaho, juga menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan upaya untuk meningkatkan kunjungan ke objek-objek wisata.
Salah satu langkah yang akan dilaksanakan, yakni dengan melaksanakan event di objek-objek wisata yang sepi pengunjung, baik skala kecil mau pun skala yang besar.
Karenanya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga mengharapkan adanya dukungan BPODT agar terbentuk sanggar-sanggar budaya di seluruh desa wisata di Samosir, baik itu dalam bentuk pendampingan, pelatihan mau pun pengadaan peralatan musik tradisional.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasaran BPODT, Siswanto, menyambut baik semangat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir yang selalu konsisten melaksanakan even.
Dikatakan Siswanto, pihaknya akan mengkurasi even-even tersebut, dan akan ditentukan even mana saja yang akan didukung BPODT.
“BPODT memiliki fungsi koordinatif dimana kita akan berupaya seoptimal mungkin menjadikan Danau Toba sebagai kawasan premium. Kita juga akan mengkurasi seluruh event, melakukan seleksi dan memberikan dukungan, agar event tersebut benar-benar mendatangkan wisatawan,” kata Siswanto.
Disampaikan Siswanto, bahwa BPODT tidak hanya memberikan dukungan untuk penyelenggaraan event, namun juga bantuan untuk kebutuhan di destinasi wisata, seperti papan informasi dan fasilitas umum lainnya.
300 Besar ADWI
Siswanto mengharapkan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata juga fokus dalam mengembangkan desa wisata yang sudah masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Diketahui, selain Desa Wisata Hutatinggi yang masuk 50 besar ADWI Tahun 2021, ada 2 desa wisata lainnya yang masuk dalam 300 besar ADWI, yaitu Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo dan Desa Hariara Pohan, Kecamatan Harian.
“Kami sarankan agar terus kawal 2 desa ini agar bisa mengikuti jejak Desa Wisata Hutatinggi, harus intens melakukan pendampingan,” kata Siswanto.
Pada kesempatan tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir dan Tim dari BPODT mengkampanyekan agar menggunakan botol minum untuk meminimalisir penggunaan botol/sampah plastik.
“Dukung Danau Toba menuju destinasi wisata bebas sampah plastik dengan membawa botol minum kemana saja. Horas, Mejuah-juah, Njuah-juah,” demikian ajakan dan kampanye yang disampaikan.
Penulis: Ingot Simangunsong, Foto: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Samosir